Undang-undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Materai

Undang-undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Materai

Jururejo.ngawikab.id – Bahwa untuk meningkatkan peran serta masyarakat sebagai perwujudan pelaksanaan kewajiban kewarganegaraan secara berkeadilan dan untuk mengoptimalkan penerimaan negara, perlu upaya penghimpunan dana pembiayaan yang memadai dan mandiri untuk melaksanakan pembangunan nasional, yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi serta kelaziman internasional dalam kegiatan perekonomian, perlu dibuat ketentuan perundang-undangan yang memberikan kemudahan dan ketertiban administratif dalam pengelolaan dan pengawasan penerimaan perpajakan.

Foto Contoh materai dan cara menempelkan

Atas pertimbangan tersebutlah Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Materai. Bea Materai adalah pajak atas dokumen, dan yang dimaksud dokumen yaitu sesuatu yang ditulis atau tulisan, dalam bentuk tulisan tangan, cetakan, atau elektronik, yang dapat dipakai sebagai alat bukti atau keterangan.

Materai 10.000

Adapun dalam Undang-undang tersebut di Pasal 5 hanya berlaku satu tarif yakni materai dengan nominal 10.000, telah mulai diberlakukan pada (01/01) lalu. Pada Pasal 2 Ayat (1) Pengaturan Bea Meterai dilaksanakan berdasarkan asas :

a. Kesederhanaan;

b. Efisiensi;

c. Keadilan;

d. Kepastian hukum; dan

e. Kemanfaatan.

Selanjutnya pada Ayat (2) Pengaturan Bea Meterai bertujuan untuk :

a. Mengoptimalkan penerimaan negara guna membiayai pembangunan nasional secara mandiri menuju masyarakat Indonesia yang sejahtera;

b. Memberikan kepastian hukum dalam pemungutan Bea Meterai;

c. Menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat;

d. Menerapkan pengenaan Bea Meterai secara lebih adil; dan

e. Menyelaraskan ketentuan Bea Meterai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Walaupun Undang-undang Nomor 10 Tahun 2020 ini telah berlaku, namun masyarakat tidak perlu khawatir karena materai lama dengan nominal 6000 dan 3000 masih bisa digunakan sampai akhir Desember 2021. Merujuk pada Pasal 28 Pada saat Undang-undang ini mulai berlaku :

Dokumen yang Bea Meterainya tidak atau kurang dibayar yang dibuat sebelum Undang-Undang ini berlaku, Bea Meterainya tetap terutang dan dibayar berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 terrtang Bea Meterai.

Meterai tempel yang telah dicetak berdasarkan UndangUndang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai dan peraturan pelaksanaannya yang masih tersisa, masih dapat digunakan sampai dengan jangka waktu 1 (satu) tahun setelah Undang-Undang ini mulai berlaku dan tidak dapat ditukarkan dengan uang atau dalam bentuk apa pun.

Meterai tempel yang digunakan untuk melakukan pembayaran Bea Meterai yang terutang atas Dokumen sebagaimana dimaksud dalam huruf b, dapat digunakan dengan nilai total Meterai tempel yang dibubuhkan pada Dokumen paling sedikit Rp 9.000,00 (sembiian ribu rupiah).

Adapun tata cara menggunakan/menempel materai lebih dari satu, Materai ditempel sejajar vertical atau horizontal, tidak bertindih, teraan tanda tangan dan  cap mengenail masing-masing materai, kolom tanggal pada materai diisi tanggal saat penggunaan materai.

Share and Enjoy !

Shares