PEMBENTUKAN POSKO PPKM BERBASIS MIKRO

PEMBENTUKAN POSKO PPKM BERBASIS MIKRO

JURUREJO.NGAWIKAB,- Sebagai upaya pengendalian penyebaran COVID-19 serta sebagai upaya untuk membangkitkan Kembali perekonomian rakyat, perlu adanya strategi pengendalian penyebaran COVID- 19 melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro, partisipatoris dan berkelanjutan.

Berdasarkan dari beberapa pertimbangan tersebut, Bupati Ngawi mengeluarkan lagi Peraturan Bupati tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Partisipatoris Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran COVID- 19.

Perbub dengan nomor 9 tahun 2021 tersebut menjelaskan dengan gamblang terkait apa saja yang perlu dialaksanakan dalam pemeberlakuan PPKM Pertisipatoris.

dengan menitikberatkan :

Meningkatkan upaya pengendalian penyebaran COVID-19 oleh Pemerintah Daerah, instansi vertikal yang ada di Daerah dan masyarakat, secara terintegrasi dan efektif;

Meningkatkan koordinasi, harmonisasi dan sinkronisasi kebijakan tentang upaya pengendalian penyebaran COVID-19;

meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penerapan protokol Kesehatan secara ketat dalam beraktivitas, baik secara individu maupun secara komunal; dan

meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengendalian penyebaran COVID-l9 melalui pengawasan penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan kegiatan masyarakat di wilayahnya.

Selain itu PPKM di Daerah dilaksanakan dengan berbasis mikro, partisipatoris dan berkelanjutan dengan berdasarkan Zonasi. Zonasi yang dimaksud ialah :

a. Zona Hijau : Ditetapkan dengan dengan kriteria tidak ada kasus COVID-l9 dalam 1 (satu) RT.

b. Zona Kuning : Terdapat 1-5 rumah dengan kasus konfirmasi positif COVID-19 dalam satu RT selama 7 hari terakhir.

c. Zona Oranye : Terdapat 6-10 rumah kasus konfirmasi positif dalam satu RT selama 7 hari terakhir.

d. Zona Merah : Lebih dari 10 rumah kasus konfirmasi positif.

Perbub yang ditetapkan pada tanggal 08 Maret 2021 juga menguraikan tentang pedoman protocol kesehatan PPKM yang di bagi menjadi 2 yaitu :

a. Pedoman Umum yang menerapkan 9M : Menggunakan Masker, Mencucui Tangan, Menghindarai Kerumunan, Menjaga Jarak, Menghindari Jabat Tangan, Mengurangi Mobilitas, dan Menjaga Kesehatan ( Makanan Sehat & Olahraga)

b. Pedoman Khusus yang diberlakukan pada tempat-tempat kegiatan masyarakat yang

berdasarkan jenis kegiatannya dibedakan menjadi 9 bidang, yaitu:

bidang perdagangan;

bidang koperasi;

bidang sosial budaya;

bidang keagamaan;

bidang pariwisata;

bidang olahraga;

bidangtransportasi;

bidang pendidikan; dan

bidang pelayanan.

Sebagai bentuk Koordinasi, Pengawasan dan Evaluasi Mas Ony yang kerap disapa, menjelaskan pula tentang pemberlakuan dan pembentukan Posko di tingkat Desa yang berfungsi sebagai pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung pelaksanaan penanganan COVID- 19 ditingkat Desa dan Kelurahan. Adapun kebutuhan di tingkat Desa dibebankan pada Dana Desa (DD) dan dapat didukung dari sumber pendapatan desa lainnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

Share and Enjoy !

Shares
PENDIRIAN POSKO PPKM BERBASIS MIKRO DESA JURUREJO

PENDIRIAN POSKO PPKM BERBASIS MIKRO DESA JURUREJO

JURUREJO.NGAWIKAB.ID,- Pendirian Posko PPKM Desa Jururejo (14/02) sebagai tindak lanjut hasil musyawarah desa untuk pencegahan dan pengendalian merebaknya Covid-19.

Foto Bersama Babinsa dan bhabinkamtibmas Desa Jururejo

Posko ditingkat desa ini merupakan pusat perencanaan, koordinasi dalam hal penanganan Covid-19 skala mikro. Pendirian posko tingkat desa tidak lepas dari hasil kesepakatan dan gotong royong saling membantu dari seluruh elemen masyarakat.

Foto koordinasi bersama BABINSA dan bhabinkamtibmas

Pemerintah Desa Jururejo dan seluruh stakeholder  bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa mendirikan Posko PPKM berbasis Mikro.

Pendirian posko ini memiliki beberapa aspek penting yaitu untuk pencegahan, penanganan, pembinaan dan pendukung upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 ditingkat Desa Jururejo. 

Selain aspek yang disebutkan diatas, pendirian posko ini juga menjadi upaya sosialisasi untuk penerapan 5 M dimasyarakat yaitu Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak , Menghindari Kerumunan dan Mengurangi mobilitas masyarakat.

Posko PPKM berbasis mikro kali ini di fokuskan di setiap RT.

Dengan adanya posko PPKM dekat dengan warga,diharapkan dapat mengurangi penyebaran covid 19 di tingkat RT masing – masing yang bisa berdampak untuk tingkat Kabupaten.

Share and Enjoy !

Shares