PETANI DESA JURUREJO MENGGUNAKAN TRAP BARIER SYSTEM (TBS) SEBAGAI PENGENDALIAN TIKUS DI SAWAH

PETANI DESA JURUREJO MENGGUNAKAN TRAP BARIER SYSTEM (TBS) SEBAGAI PENGENDALIAN TIKUS DI SAWAH

Jururejo.ngawikab.id,- Trap Barier System (TBS) merupakan salah satu teknik pengendalian tikus sawah yang dapat menangkap tikus dalam jumlah banyak dan terus menerus.Tikus sawah merupakan hama yang paling merusak dan merugikan petani.

Perangkap Tikus dengan Trap Barier System ( TBS )

Seperti yang dilakukan Partono, (07/01) petani asal Desa Jururejo ini  telah menerapkan  ( TBS) dilahan sawahnya dalam mengatasi dan memberantas hama tikus.

” Teknologi ini mampu mengendalikan hama tikus yang lebih efektif, ramah lingkungan dan berdampak jangka panjang”. terang Partono

Contoh Pemasangan Plastik TBS

Trap Barrier System (TBS) merupakan teknik pengendalian tikus dengan prinsip memasang perangkap di lahan padi.

Tanaman dipagari dengan plastik fiber setinggi 80 cm dengan rapat, dimana bagian bawah fiber ditambal dengan tanah basah agar rapat. Penyangga fiber ditempatkan di dalam pagar.

Bubu perangkap di pasang di empat sisi pagar fiber. Bubu perangkap dibuat dari kawat ram yang kuat atau bisa menggunakan kawat ayakan pasir kasar berbentuk kubus dengan sisi-sisi lebar dan tinggi masing-masing 20 cm dan panjang 40 cm.

Contoh Pemasangan Plastik Sytem TBS

Di bagian depan bubu dipasang pintu masuk tikus berupa corong dari anyaman kawat memanjang sekitar 12 cm dengan diamater kurang lebih 5 cm yang mengerucut ke ujungnya. Pintu untuk mengeluarkan tikus yang tertangkap ada di bagian belakang bubu.

Bubu perangkap di pasang sore hari dan hemat pagi. Tikus terperangkap dalam bubu berkembang dengan cara ditenggelamkan. 

Contoh Hasil Penangkapan Tikus dengan cara TBS

” Jika tidak mau repot bikin, beli saja bubu di pasar, tinggal di Modivikasi sedikit sudah bisa digunakan”. Pungkas Partono mengakhiri ceritanya pada jururejo.ngawikab.id

Share and Enjoy !

Shares
HAMA TIKUS DI MUSIM PANEN MERESAHKAN PETANI

HAMA TIKUS DI MUSIM PANEN MERESAHKAN PETANI

JURUREJO.NGAWIKAB.ID – Desa Jururejo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi memasuki musim panen bulan November ini. Petani secara bergantian mulai memetik hasil padi yang ditanam sekitar tiga bulan lalu.

Kebahagiaan mestinya mengiringi  petani yang tinggal menunggu hasil penjualan padi. Namun sebagian petani merasa resah karena hasil panen turun drastis karena serangan hama tikus.

Seperti dituturkan Sutiyem, petani Dusun Pandansari Selatan ini pendapatan hasil sawahnya menurun.  Biasanya menghasilkan 4 ton dalam sekali panen, kini tinggal 2 ton lebih sedikit dan hampir setengahnya hilang.

“Biasanya setiap panen dapat empat ton. Tapi karena diserang tikus, tinggal dapat dua ton lebih sedikit”. Tutur Sutiyem

Hal serupa juga di alami beberapa petani yang lahan persawahannya berada didekat lahan Sutiyem.

Sebenarnya upaya pencegahan dan pemberantasan hama tikus sudah  dilakukan. Namun upaya tersebut belum banyak membuahkan hasil.

Salah satu upayanya adalah  memasang pembatas dengan plastik memutar mengelilingi lahan sawah

Share and Enjoy !

Shares
Berburu Tikus Tahun 2020

Berburu Tikus Tahun 2020

Jururejo.NgawiKab.id – Keresahan Petani dengan adanya wabah tikus membuat kesadaran bersama masyarakat untuk ikut berpartisipasi penanggulangan pengusiran tikus.

Hal ini yang menggerakkan Kepala Desa Jururejo Ninin Alfandi,S.Pd turun langsung ikut di pematang sawah di dampngi babinkamtipnas bersama masyarakat Desa yang lain.

Share and Enjoy !

Shares