Camat Padas: Ikuti Pelatihan Dengan Seksama dan Tingkatkan Kapasitas TIK Bagi OWD

Camat Padas: Ikuti Pelatihan Dengan Seksama dan Tingkatkan Kapasitas TIK Bagi OWD

JURUREJO.NGAWIKAB.ID -Kamis (18/02) di Aula Pemdes Kadungprahu, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, diselenggarakan pelatihan pengelolaan konten website desa yang digagas oleh Camat Padas, Dodik Aprilasetia, S.Hut., Msi., yang berkolaborasi dengan Diskominfo Kabupaten Ngawi dan Forwebsa sebagai narasumber.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kasie Pengembangan Ekosistem (PE) Diskominfo, Kades Kedungprahu, Forwebsa serta seluruh O.W.D se-Kecamatan Padas.

Dalam arahannya Camat Padas menyampaikan, bahwa pelatihan ini sangat penting dalam meningkatkan kapasitas SDM di bidang TIK khususnya media informasi melalui website desa dalam mendukung pembangunan informasi di desa yang berfungsi mempublikasikan semua informasi berupa capaian kegiatan penyelenggaraan pemerintah desa, profile desa, pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan desa, pembinaan masyarakat desa dan transparansi keuangan desa. Selain itu web. desa juga memberi manfaat untuk “membranding desa” sebagai media diseminasi informasi promosi wisata, potensi alam dengan hasil pertaniannya, ukm, umkm, sehingga diharapkan mampu menggerakkan dan menumbuhkan kegiatan ekonomi masyarakat desa.

proses transfer ilmu yang praktis dan efektif melalui “pendampingan”
Photo bersama usai Pelatihan Pengelolaan Konten Web.Desa

Pada kesempatan yang sama dalam sambutannya, Noor Soemadijo mewakili Dinas Kominfo, memperkuat arahan dan sambutan dari Camat Padas dan Kades Kedungprahu yang menekankan pentingnya informasi sebagai kewajiban desa untuk memberi dan menyajikan informasi kepada masyarakat yang memerlukan informasi karena desa selaku badan publik wajib menyediakan, sesuai amanah UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Harapan Kasi Pengembangan Ekosistem (PE) dalam pelatihan ini, agar semua owd mampu memanfaatkan seoptimal mungkin web.desa sebagai fasilitas yang diberikan Dinas Kominfo, selain untuk menyebarluaskan informasi juga sebagai persyaratan mendapatkan aplikasi OpenSid.

Acara yang berlangsung selama hampir 180 menit tersebut ditargetkan, semua OWD dapat melakukan pengelolaan konten, pembuatan narasi dan upload/ posting berita pelatihan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari.

Pelatihan pengelolaan konten web.desa ditutup pada Pk.12.30 wib, ditandai dengan posting berita pelatihan secara serempak oleh 12 O.W.D.se-Kecamatan Padas.

Share and Enjoy !

Shares
TEMPAT SELVI EMBUNG PANDEAN

TEMPAT SELVI EMBUNG PANDEAN

JURUREJO.NGAWI.ID,- Awal mula Embung hanya di gunakan sebagai penampungan air buat irigasi pertanian dan untuk kerambah ikan.

Di zaman melenia ini teknologi sangat cepat berkembang terutama arus informasi di media masa , alat komunikasi hand phone(HP) para proveder bersaing menawarkan berbagai aplikasi di dalamnya.begitu juga yang lagi ngetrend saat ini , vlog , tik tok an dan foto  Selvi merupakan bagian dari perkembangan tekhnologi.

 Apa hubungannya dengan Embung?, Embung  dapat di manfaatkan sebagai destinasi wisata ,di beri tempat sport Selvi aneka ragam,akan menjadi daya tarik pengunjung untuk mengabadikan momen kunjungannya dijadikan kenang kenangan.

Seperti tempat Selvi di Embung Pandean yang ada di Desa Pandean Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi Jawa Timur, telah menghadirkan aneka ragam sport Selvi yang unik dan menarik ,ini menjadi nilai plus dan merupakan daya tarik ke kaum melenia. Pengunjung bisa foto Selvi sepuasnya.

Share and Enjoy !

Shares
PERBEDAAN ANTARA LURAH DAN KEPALA DESA

PERBEDAAN ANTARA LURAH DAN KEPALA DESA

JURUREJO.NGAWIKAB.ID,- Lurah merupakan pimpinan dari Kelurahan sebagai Perangkat Daerah Kabupaten atau Kota. Seorang Lurah berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat.

Tugas Lurah adalah melaksanakan Kewenangan Pemerintah yang dilimpahkan oleh Camat sesuai karakteristik wilayah dan kebutuhan Daerah serta melaksanakan Pemerintahan lainnya berdasarkan ketentuan Peraturan perundang-undangan.

Istilah Lurah sering kali rancu dengan jabatan Kepala Desa. Memang, di Jawa pada umumnya, secara historis pemimpin dari sebuah desa dikenal dengan istilah Lurah. Namun dalam konteks Pemerintahan Indonesia, sebuah Kelurahan dipimpin oleh Lurah, sedang Desa dipimpin oleh Kepala Desa.

 Tentu saja keduanya berbeda, karena Lurah adalah Pegawai Negeri Sipil yang bertanggung jawab kepada Camat; sedang Kepala Desa bisa dijabat oleh siapa saja yang memenuhi syarat, dan dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Kepala desa atau sebutan lain sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2015 Tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa, adalah pejabat Pemerintah Desa yang mempunyai wewenang, tugas dan kewajiban untuk menyelenggarakan rumah tangga desanya dan melaksanakan tugas dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Masa jabatan kepala desa adalah 6 (enam) tahun, dan dapat diperpanjang lagi untuk 3 (tiga) kali masa jabatan berikutnya berturut-turut atau tidak.

Kepala desa tidak bertanggung jawab kepada Camat, tetapi hanya dikoordinasikan saja oleh Camat. Kepala desa bertanggung jawab atas penyelenggarakan Pemerintahan Desa, pelaksanakan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa .Kepala desa bertanggung jawab penuh pada anggaran yang ada di desanya,Baek kepada pemerintah daerah atau masyarakat langsung.

Demikian beberapa hal yang membedakan antara lurah dan kepala Desa,semoga bermanfaat.

Share and Enjoy !

Shares
HARI KE TIGA KEGIATAN KELAS IBU HAMIL DESA JURUREJO.

HARI KE TIGA KEGIATAN KELAS IBU HAMIL DESA JURUREJO.

JURUREJO.NGAWIKAB.ID ,- Hari ke tiga Kelas Ibu Hamil yang diadakan Unit Pelayanan Terpadu

 Puskesmas Ngawi di Desa Jururejo (18/11) Memberikan pemahaman tentang  Proses kehamilan, proses ini   dapat membingungkan bagi sebagian perempuan, apalagi bagi yang baru pertama kali hamil. 

Untuk itu, Anda dapat mengikuti kelas ibu hamil sejak kandungan Anda berusia 4 minggu hingga 36 minggu (jelang persalinan).

Kelas ibu hamil adalah kelompok belajar bagi para calon ibu tentang kesehatan bagi ibu hamil secara keseluruhan. 

Tujuan diadakannya kelas ini adalah mengedukasi ibu hamil agar dapat menjalani proses kehamilan dan persalinan lancar, serta melalui fase awal kehidupan bayi dengan bekal pengetahuan dasar.

Materi pada kelas ibu hamil akan disampaikan oleh Fransiska Saraswati Ketua PLKB Kecamatan Ngawi, antara lain:

Kehamilan, perubahan tubuh, dan keluhan yang menyertainya

Tidak sedikit wanita yang mengkhawatirkan kenaikan bobot tubuhnya selama kehamilan, ada juga ibu yang khawatir karena justru mengalami penurunan berat badan saat hamil.

 Di kelas ibu hamil, semua ketakutan Anda akan terjawab karena fasilitator akan menerangkan perubahan tubuh selama kehamilan dilihat dari kacamata medis.

Kelas ini juga akan membahas keluhan umum yang biasanya terjadi pada ibu hamil, misalnya morning sickness, konstipasi, perut kembung, dan sebagainya. Anda juga akan diberi solusi generik atas keluhan itu, misalnya diberikan kapsul penambah darah pada ibu hamil yang anemia atau anjuran untuk memperbaiki asupan gizi tertentu.

Perawatan kehamilan.

Perawatan kehamilan yang akan dibahas dalam kelas ibu hamil biasanya mencakup obat yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi selama masa kehamilan. Selain itu, fasilitator juga akan memberi tahu tanda bahaya kehamilan dan penanganan pertama yang bisa dilakukan ibu hamil.

Kelas ini juga akan membahas kesiapan psikologis orangtua dalam menghadapi kehamilan, termasuk tentang hubungan suami-istri selama kehamilan.

Persalinan

Di kelas ibu hamil, Anda akan diajarkan untuk mengenali tanda-tanda persalinan maupun tanda bahaya persalinan. Fasilitator juga akan memberikan opsi proses persalinan yang aman karena tidak semua ibu hamil aman melahirkan lewat persalinan normal (lewat vagina).

Perawatan pascapersalinan

Pada materi ini, ibu hamil akan diajarkan cara menjaga kesehatan setelah melahirkan, selama menjalani masa nifas. Tak hanya itu, fasilitator juga akan mengenalkan Anda tentang tanda bahaya saat nifas maupun cara untuk tetap bisa menyusui secara eksklusif selama masa nifas.

Bagi Anda yang ingin menjalani program keluarga berencana (KB), kelas ibu hamil juga akan memberi pengetahuan seputar ini. Fasilitator akan menerangkan pilihan alat KB yang bisa Anda pilih, mulai dari KB suntik, intrauterine (IUD) alias spiral, maupun pil KB dan plus minus dari setiap metode tersebut.

Perawatan bayi baru lahir

Perawatan bayi baru lahir bisa mencakup banyak hal, mulai dari perawatan tali pusar hingga imunisasi yang dapat dilakukan pada bayi tersebut. Bidan atau tenaga kesehatan juga akan menerangkan tanda bahaya pada bayi baru lahir yang harus diperhatikan oleh ibu.

Selain materi-materi di atas, kelas ibu hamil juga bisa membahas mitos yang beredar seputar kehamilan maupun pascapersalinan. 

Selain itu, bidan dan tenaga kesehatan akan memberikan informasi mengenai penyakit menular (seperti infeksi menular seksual hingga HIV/AIDS) serta cara membuat akte kelahiran bayi.

Kelas ibu hamil pada dasarnya dilakukan untuk memberi skill dasar pada calon orangtua mengenai kehamilan yang sehat dan cara merawat bayi newborn yang benar. Oleh karena itu, ada juga kelas ibu hamil yang bisa dihadiri oleh calon ayah.

Di sarankan bagi ibu  hamil jangan takut selalu bercerita perkembangan kehamilan pada pasangannya agar apa yang di raskannya suami bisa ikut merasakan dan  bisa  lebih memberikan perhatian apa yang di butuhkan ibu hamil.Terang Siska (Fransiska) menutup akhir sesi kali ini.

Share and Enjoy !

Shares
TUGAS DAN FUNGSI MODIN DESA JURUREJO

TUGAS DAN FUNGSI MODIN DESA JURUREJO

JURUREJO.NGAWIKAN.ID,- Secara struktural posisi jabatan bidang kesra (Kesejahteraan Rakyat) /modin memang berada di bawah kepala Desa, akan tetapi dalam menjalankankan tugas dan fungsinya seorang modin lebih banyak langsung terjun di tengah kehidupan masyarakat sehingga sangatlah tepat jika secara administratif seorang modin disebut dengan istilah Kaur Kesra (Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat).

Demikian dijelaskan oleh Kepala Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi Kabupaten , Ngawi, Ninin Alfandi,S.Pd  kepada Operator Website Desa, Moh.Sholikhan Selasa,17/11 di kediamannya.  Tugas kaur kesra/modin meliputi pembinaan di bidang agama, kesehatan, pendidikan, olahraga, dan kesenian di wilayahnya.  

Selain itu juga membantu kepala Desa dalam melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan program keagamaan serta melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dan sosial kemasyarakatan.

Fungsi KAUR Kesra/Modin juga meliputi penyiapan dan pelaksanaan program perkembangan kehidupan beragama. Penyiapan bahan dan pelaksanaan program, pemberdayaan masyarakat dan sosial kemasyarakatan, termasuk juga pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan kepala Desa.

Peranan yang paling penting dan sering terlihat bagi seorang Modin adalah dalam hal keagamaan,  hal tersebut meliputi mulai dari acara jama’ah atau yang biasa disebut dengan yasinan dimana hal itu dilakukan secara rutin setiap minggunya oleh warga, tahlilan memperingati meninggalnya salah satu warga, dan termasuk segala bentuk selamatan warga. 

Ninin Alfandi,S.Pd  selaku Kepala Desa Jururejo telah mengambil keputusan yang sangat tepat karena telah mengangkat Husnudin sebagai PJ Modin guna membantu tugas Kaur Kesra  yang lama keadaan Kosong , insyaallah Allah Tahun depan akan diadakan test untuk mengisi kekosongan tersebut .Terang Ninin Alfandi,S.Pd.

Share and Enjoy !

Shares